Laman

Minggu, 31 Juli 2011

Laporan Kegiatan PelPNPM-MP Kec. Pelatihan TIM-monitoring

LAPORAN REALIASASI KEGIATAN
PELATIHAN TIM MONITORING
KECAMATAN BISSAPPU
Di buat Oleh : Organising Committee (OC)
1.      Azas Berfikir
Sebagai program pemberdayaan, PNPM Mandiri Perdesaan mempunyai pendekatan DOU (dari, oleh dan untuk masyarakat). Dengan demikian setiap hal yang menjadi tahapan kegiatan harus melibatkan langsung partisipasi masyarakat mulai dari tahap perencanaan, Pegawas / Pemantauan, pengawasan dan pelestarian. Dalam hal Pegawas / Pemantauan kegiatan di tingkat desa, maka dibentuklah Tim Monitoring sebagai penanggungjawab dan Pegawas / Pemantauan Pengawasan kegiatan di tingkat desa yang dibentuk melalui musyawarah desa.

TIM MONITORING dimaksudkan agar proses semua tahapan kegiatan PNPM-Mandiri Perdesaan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan masyarakat sehingga dapat meningkatkan rasa kepemilikan semua asset yang ada di desa. Dengan demikian akan dapat mewujudkan masyarakat yang mandiri dalam membangun desanya.

TIM MONITORING sebagai Pengawas / Pemantau kegiatan, tentunya membutuhkan penguatan-penguatan kelembagaan dan penguatan personil dalam menjalankan tugas dan fungsinya, sehingga proses Pengawas / Pemantauan dan out-put yang dihasilkan tepat guna dan berhasil guna, sesuai dengan visi, misi, tujuan dan kebijakan umum program PNPM-MP.

2.      Tujuan Pelatihan
Pegawas / Pemantauan kegiatan  ini bertujuan :
·         Menyiapkan Tim Monitoring mampu menjalankan tugas, fungsi dan tanggungjawabnya.

3.      Waktu dan Tempat Pelatihan Tim Monitoring
·         Waktu Pelaksanaan Pelatihan            : Kamis, 30 Juni 2011
·         Jam                                                      : 09.00 – 17.00
·         Tempat Pelaksanaan Pelatihan          : Aula Kantor Camat Bissappu.
4.      Peserta
·         Pengurus Tim Monitoring yang diundang Se- Kec. Bissappu
No
Kecamatan
Jumlah Desa/Kel.
Jumlah Peserta
1
Bissappu
11
44 Orang
Total
11
44 Orang

·         Pengurus Tim Monitoring yang hadir Se- Kec. Bissappu
No
Kecamatan
Jumlah Desa/Kel.
Jumlah Peserta
1
Bissappu
11
38 Orang
Total
11
48 Orang

5.      Materi dan Narasumber/Fasilitator
·         Materi-materi yang disajikan meliputi:
a.      Konsepsi PNM Mandiri Perdesaan
b.      Tugas, fungsi, peran dan tanggungjawab Tim Monitoring
c.       Teknis Pemantauan, Pelaporan dan pertanggungjawaban Tim Monitoring
d.      Form-form administrasi Pengawas / Pemantauan kegiatan.
·         Narasumber yang terllibat:
a.      Fasilitator Kabupaten
b.      Fasilitator Kecamatan
c.       PjOK PNPM Mandiri Perdesaan
d.      UPK , BKAD dan PL.

6.      Metode yang Digunakan
·         Ceramah
·         Diskusi Kelompok dan curah pendapat
·         Simulasi
·         Penugasan

7.      Budgeting
·         Estimasi anggaran      : Rp. 5.280.000,- (Rincian Anggaran terlampir)
·         Realisasi anggaran     : Rp. 5.070.000,- (Rincian Penggunaan dana terlampir)
·         Sumber Pembiayaan   : DOK PKM, Swadaya masyarakat dan sumber lain yang tidak mengikat.

8.      Proses Kegiatan
PELATIHAN TIM MONITORING

Kegiatan dimulai pukul 09.10 Wita
Panitia mengedarkan daftar hadir dan diisi oleh Peserta
Pelatihan dari masing-masing perwakilan Desa/Lurah

Sebelum Kegiatan Pembukaan dimulai, ibu Yuliati (FK-P) PNPM-MP kecamatan Bissappu Terlebih Dahulu Melakukan Koroscek kehadiran dari masing-masing Perwakilan dari desa dengan menggunakan Daftar Hadir yang telah tersedia.

Sekitar jam 09.10 acara Pembukaan dimulai dimana seorang MC (Rosmawati) KPM dari desa Bonto Loe mengarahkan peserta agar memasuki aula kantor camat dan sekaligus memulai acara dengan ucapan Basmala.
“Hadirin sekalian…..! marilah kita membuka acara Pembukaan Pelatihan Tim Monitoring dengan mengucapkan Basmala”

Selanjutnya MC (Rosmawati) mempersilahkan Bapak Camat Bissappu yang dalam hal ini diwakili oleh Bapak Sekretaris Camat (Nasrul Nastura, SE). dalam pemaparannya, Beliau Mengucapkan Salam Kemudian Memberi Ucapan Penghormatan Kepada Para Pelaku Pnpm  Dan Para Paserta Kemudian Ucapan Puji Syukur Kepada Allah Swt. Karna Pada Hari Ini Kita Masih Diberi Kesehatan Untuk Dapat Bertemu Kembali. Pertama-Tama Pak Sekcam Menyampaikan Permohonan Maaf Karena Pak Camat Tidak Bisa Menghadiri Acara Pertemuan Ini Karena Sesuatu Hal Yang Lebih Penting Dilaksanakan. Pak Sekcam Mengatakan Kegiatan Pada Hari Ini Yaitu Pelatihan Tim Monitoring. Tidak Mungkin Kita Melaksanakan Tim Monitoring Tanpa Tujuan Karena Program Pnpm Adalah Program Andalan Pak Sby. Yang Mana Dulu Pnpm Adalah Ppk Kemudian Dirombak Menjadi Pnpm Masyarakat Yang Tidak Diketahui Apa Itu Monitoring Yang Tidak Diketahui Tentang Perencanaan Monitoring. Pak Sekcam Kemudian Membuka Acara Pelatihan Tim Monitoring Dan Menyampaikan Permohonan Maaf Karena Setelah Acara Dibuka Maka Pertemuan Kita Akan Pindah Ke Ruang Pkk Karena Ruangan Ini Akan Dikerja Karena Temboknya Itu Katanya Sudah Berlubang. Dengan Ucapan Bismillahirrahmanirrahim Acara Pelatihan Tim Monitoring Dibuka dengan harapan Semoga Allah Swt. Memberkati kita semua dan kegiatan ini Bisa Laksanakan Sesuai Dengan Kita Inginkan. Kemudian kemudian Beliau Mengakhiri sambutannya dengan Salam.

Emil (Sekretaris BKAD)

Dengan Mengucapkan Salam
Kemudian Menyampaikan Pujian Kepada Sang Pencipta Dan Memberikan Penghormatan Pada Semua Para Undangan. Tim Monitoring Ini Rutin Dilakukan Setiap Tahunnya Yaitu Namun Kembali Apa Itu Konsep PNPM Itu Sendiri. Tim Monitoring  Mengetahui Sebuah Konsep Apa Yamg Harus Dikerjakan Oleh TPK Di Lapangan Karena Kita Dikecamatan Bissappu Sudah Menerima Penghargaan Yang Kita Raih Untuk Kecamatan Bissappu Dan Ini Berkat Kerjasama Kita Dalam Program Ini Kemudian Mengenai Tim Monitoring Ini Tentunya Kita Tidak Tau Apa Itu Monitoring Mengetahui Atau Sekedar Mamantau. Dan Setelah Dijelaskan Oleh Pemateri Maka Kita Bisa Paham Apa Itu Monitoring Pemantauan Secara Lansung Dan Tidak Lansung. Tim Monitoring Jangan Menjadi Lawan Tapi Menjadi Mitra Kerja TPK. Tim Monitoring Betul-Betul Sudah Diketahui, Lebih Kapada Mereview Karena Sudah Berjalan Cukup Lama ( Diskusi Seperti Apa Itu PNPM ) Lebih Kepada Peran Dan Fungsi Sebagai Tim Monitoring Dan Penyampaian Bahwa Ketua Tidak Sempat Hadir Karena Sesuatu Hal

Moderator
Moderator Menutup Acara Dengan Ucapan Alhamdulillah.

Ibu Yuli
Mengucapkan Salam Dan Penghormatan Kepada Semua Peserta Yang Hadir. Maksud Dan Tujuan Kita Hadir Ditempat Ini Yaitu Untuk Pelatihan Tim Monitoring. Tim Monitoring Diusul Oleh Masyarakat , Tim Monitoring Terdiri Dari 18 Orang Yaitu Tim 6. 5 Orang, Tim 5. 4 Orang, Tim 3. 3 Orang. Dan Masing-Masing Timmempunyai Masing-Masing Peran Kemudian Tim 5 Lebih Pada Pengawasan Keuangan, Tim 4 Pengawasan Di Lapangan, Tim 3 Pengawasan Sebagai Seksi Dana Karena Di Tpk Ada Tahapan Tahapan Yang Harus Dilakukan Dalam Pencairan Karena Tim Monitoring Bukan Hal Yang Baru Lagi Bagi Tim  Karena Dai Tahun 2003 Sudah Dibentuk Tim Monitoring Dan Sebentar Akan Dilakukan Fjt. Maksud Dan Tujuan : Mudah-Mudahan Ada Hasil Yang Kita Capai Bahwa Setelah Pelatihan Ini Para Peserta Bisa Melakukan Pemantauan Di Lapangan. Lebih Dan Kurangnya Kami Ucapkan Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Pukul 10,25 Wita Acara Istitahat Pertama
Dan Pada Saat Acara Istirahat Ibu Yuli Kembali Mengecek Semua Peserta Karena Melihat Peserta Masih Kurang Karena Masih Ada Peserta Yang Belum Datang. Setelah Itu Ibu Yuli Meminta Kepada Koordinator Panitia Pelaksana ( Oc ) Untuk Memberikan Absen Peserta. Ibu Yuli Juga Meminta Apa Kendalanya Sehingga Pesertanya Tidak Bisa Hadir Semua.

Dalam Acara Istirahat Ada Peserta Yang Baru Datang, Ibu Yuli Juga Mamohon Maaf  Karena Dalam Pelatihan Ini Dia Juga Sibuk Sendiri Menyelesaikan Laporan Bulanannya Sehingga Tidak Aktif Mendampingi Kegiatan Pelatihan Tim Monitoring Tersebut.
Masukan Dari Peserta Bonto Atu
Peserta Dari Kelurahan Bonto Atu Menyampaikan Kepada Panitia Bahwa Pesertanya Tidak Hadir Karena Sakit Dan Masing-Masing Peserta Yang Tidak Hadir Mempunyai Kendala.

Peserta Dari Bonto Atu Menyampaikan Kepada Panitia Agar Supaya Yang Diundang Dapat Hadir Dan Dalam Rapat Peserta Pnpm Dihadirkan Juga Ketua Tpk Supaya Hadir Juga Dalam Rapat Ini.

Rahman Ketua UPK

Pertanyaan Tersebut Lansung Dijawab Oleh Ketua UPK, Beliau Mengatakan Bahwa Para Oc Telah Mengkoordinasikan Pada Pemerintah Setempat, Tpk Tidak Hadir Karena Disini Bukan Tim Tpk  Kemudian Tpk Tidak Diundang Karena Tpk Mempunyai Pelatihan Khusus Untuk Tpk



Sesi Perkenalan
Dipandu Langsung Oleh
Amiluddin
( Sekretaris BKAD)
Kecamatan Bissappu

Sesi ini dipandu langsung oleh Sekretaris BKAD dengan mengantar Peserta agar dapat memperkenalkan diri serta peserta dapat menyampaikan harapan-harapannya sekaitan dengan Pelatihan tersebut :

Abd. Maing, Bonto Manai
“Nama saya ABD. Maing Alamat Kelurahan Bonto Manai dan harapan saya dalam pelatihan ini Supaya Kami Tau Sebagai Tim Monitoring Apa-Apa Yang Kita Akan Kerja Sebagai Tim Monitoring.
Mustari, Bonto Sunggu
‘Nama saya Mustari asal Kelurahan Bonto Sunggu dan Harapan saya
1.      Semoga Pelatihan ini dapat memberikan pemahaman kepada saya tentang PNPM sebab saya Pnpm Belum Mengetahui secara utuh tentang apa itu PNPM.
2.      Dapat melakukan Tugas Kami sebagai Tim Monitoring;
Muliati Bonto Jaya
Nama saya Muliati asal Kelurahan Bonto Jaya, adapun Harapan Saya agar Kegiatan semacam ini tetp dilanjutkan agar lebih maksimal.
Muhammad Tompo, Bonto Cinde
Mudah-Mudahan Setelah Kita Pelatihan Kita Bisa Bekerja Dengan Baik Dilapangan

Banarusman, Bonto Cinde
Untuk Melaksanakan Kegiatan Di Desa Supaya Kita Dapat Melaksanakan Sesuai Dengan Yang Kita Harapkan
Mile, Bonto Jai
Semoga Agar Pnpm Terlaksana Dengan Baik
H. Juma, Bonto Jaya
Pertama Untuk Mengetahui Isi Monitoring Dalam Melaksanakan Tugas Kemudian Kita Semua Cepat Untuk Mendapatkan Transparansi
Ibrahim, Bonto Lebang
Tentunya Kedepan Program Pnpm Dapat Berjalan Sesuai Dengan Rencana Dan Tim Monitoring Dapat Bekerjasama Dengan Tpk
M. Saleh, Bonto Manai
Harus Bekerja Sama Dengan Tpk , Monitoring Harus Memaparkan Di Masyarakat Tentang Tugas Sebagai Monitoring
Simon, Bonto Atu
Agar Kiranya Setelah Selesai Tim Monitoring Agar Setelah Selesai Pembangunan Lebih Ditingkatkan Kualitas Pembangunan Kemudian Yang Sudah Berlalu Semua Program Supaya Di Inventariskan Tentang Barang Misalnya Mesin Jahit.
Bustang, Bonto Sunggu
Pertama Mudah-Mudahan Bisa Dimengerti Apa Yang Diberikan Oleh Pemateri
Abd. Jabar, Bonto Atu
Terima Kasih Dengan Pembangunan Yang Ada Di Kayu Lompoa Karena Dia Tim Monitoring Dari Dulu Sampai Sekarang
Ridwan, Bonto Rita
Supaya Semua Yang Menyangkut Tata Pnpm Terbuka
H. Cido, Bonto Jaya
-         Baru Pertama Kalinya Diadakan Pelatihan Tim Monitoring
-         Tpk Harus Dihadirkan Supaya Dalam Pelatihan Tim Monitoring Supaya Dalam Pekerjaannya Kita Harus Sama-Sama Dalam Pelatihan
-         Tentang Papan Nama Pnpm
Arman, Bonto Jaya
Semoga Adanya Pelatihan Ini Kita Dapat Mengetahui Apa Tugas Kita
Saya Ini Kaum Muda Dapat Ikut Berpartisipasi
Darniati, Bonto Lebang
Dengan Adanya Pelatihan Ini Kita Dapat Berpartner Dengan Tpk Dan Generasi Muda Dapat Dikembangkan
Sriani, Bonto Lebang
Mudah-Mudahan Kita Sepakat Kita Bisa Memberikan Informasikepada Masyarakat
Syahri, Bonto Lebang
Memberikan Orientasi Materi Tentang Pnpm Data Pemateri

Saenal Abidin, Bonto Salluang
Mudah-Mudahan Semua Peserta Dapat Mengikuti Semua Materi Yang Disiapkan

Materi Pertama
“KONSEPSI PNPM-MANDIRI PERDESAAN”
Oleh
RAMLAN
Ketua BKAD Kecamatan Bissappu

Pemateri dalam memulai sesi terlebih dahulu melakukan perkenalan dengan menyebutkan identitas dengan harapan agar semua peserta yang hadir dalam kegiatan ini dapat mengenalinya, apalagi posisiny sebagai ketua BKAD Kecamatan Bissappu.

“dalam perkenalan yang telah dilakukan oleh peserta tadi setidaknya ada beberapa hal yang perlu di cermati antara lain adalah :

1.      Masih adanya warga Kecamatan Bissappu yang masih belum mengetahui apa itu PNPM-MP; sementara usia PNPM ini dimuali sejak tahun 2004.
2.      Adanya Pandangan Bahwa Tim Monitoring adalah Lawan dari TPK, sehingga peserta merasa ragu dan canggung untuk melakukan tugasnya dengan Baik.

Kedua hal tersebut akan mempengaruhi kinerja semua pihak, karena
Hal terjadi karena Tim Monitoring memposisikan diri untuk sekedar mancari masalah, bukan sebagai mitra TPK atau Refresentasi dari Masyarakat yang harus melakukan pemantauan dari setiap tahapan pelaksanaan kegiatan yang akan dilaksanakan Oleh PNPM-Mandiri Perdesaan.



Selanjutnya…!

Apa itu PNPM….? Dan apa yang melatar belakangi sehingga PNPM itu hadir..?

Sebagaimana silde diatas pemateri memberikan penjelasan bahwah yang melatari Program PNPM-MP tersebut adalah :
1)      Upaya untuk mendorong akselerasi penurunan kemiskinan.
Sekaitan dengan hal tersebut, maka pemateri menanyakan kepada peserta bahwa apa yang dimaksud Akselerasi penurunan kemiskinan…?
(Peserta memberikan jawaban bahwa PNPM adalah program yang hendak memerangi kemiskinan).
Kembali Pemateri menjelaskan bahwa akselerasi penurunan kemiskinan merupakan upaya yang dilakukan oleh pemerintah melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat  Mandiri Perdesaan untuk mendorong peningkatan sumberdaya masyarakat agar berdampak terhadap semakin menurunnya angka kemiskinan di Negara kita. Harapannya adalah dengan Program PNPM-MP ini kemiskinan dapat di kurangi.
2). PNPM Merupakan Koreksi dari system Perencanaan sebelumnya, dimana setiap perencanaan di tentukan dari atas kebawah (TOP Down) menjadi system Perencanaan yang bersumber dari Bawah keatas (Botton Up).
-       Dimana Letaknya system perencanaan Botton Up dalam Program PNPM ini ?
Sebenarnya tahapan yang telah kita lalui selama ini sudah menggabarkan tentang system perencanaan partisipatif dimana tahapa tersebut sebagai berikut :
a.      Penggalian Gagasan Yang Dilakukan Oleh Kpmd
b.      Musyawarah Dusun ( Musdus )
c.       Md II
Lalu pada tingkat kecamatan dikenal dengan Musyawarah Antar Desa (MAD) perencanaan. Pada tahapan ini semua delegasi desa yang telah disepakati secara musyawarah didesa melakukan diskusi dalam rangka menentukan Prioritas usulan yang sangat mendesak untuk dilakukan pada tingkat kecamatan.
3). Partisipasi
Berbicara tentang partisipasi tidak hanya diukur dari Masyarakat Berpartisipasi Datang Hanya Duduk Dan Pulang. Tetapi Ketika masyarakat datang mereka dapat menyampaikan aspirasinya masyarakat dapat dihormati dan dihargai serta kegiatan yang dilakukan dapat menjadi manfaat bagi mereka.

4). Integrasi dan perluasan program penanggulangan kemiskinan yang berbasis pemberdayaan masyarakat. Hal ini menggambarkan bahwa Program PNPM-MP bersifat terbuka dan memberikan penyebarluasan pembelajaran bagi semua program pengentasan kemiskinan yang memiliki visi yang sama sebagai upaya mendorong semakin mandirinya warga dan kelompok.
Apa VISI PNPM…?
Sebelum lanjut membahas visi PNPM, pemateri kemudian lebih dalam mengantar peserta mendiskusikan apa sebenarnya itu Visi….?
Dari pertanyaan tersebut, beberapa peserta memberikan pandangan bahwa Visi itu adalah Sasaran….
Visi itu adalah Target yang ingin dicapai
Visi itu adalah Tujuan yang ingin dicapai
Visi itu adalah Rencana
Aa banyak hal yang menjadi pandangan peserta pada saat itu, dan kemudian pemateri mengambil sebuah perumpamaan yang menggabarkan sebuah visi misalnya :
Sebagai Cintoh : Hari Ini Kita berkehendak Ada Di Makassar Jam 12 Siang.
(ini merupakan visi yang menggambarkan situasi yang ingin dicapai pada kurung waktu tertentu)

Lalu apa Visi PNPM (sambil memperlihatkan materinya melalui slide)
Kondisi yang hendak lihat oleh Program sebagaimana visi diatas adalah masyarakat miskin yang ada ditingkat desa semakin mandiri dan pada akhirnya mereka dapat mencapai tingkat kesejehateraan.

untuk mewujudkan Visi tersebut diatas, maka PNPM-MP memiliki Misi sebagai berikut : 
Program mendorong meningkatnya kapasitas  masyarakat dan kelembagaannya

Ada banyak hal yang telah dilakukan guna mendorong semakin meningkatnya sumberdaya masyarakat dan kelembagaannya. Salah satu contoh misalnya kegiatan Tim Monitoring yang dilakukan hari ini merupakan bentuk upaya untuk meningkatkan sumberdaya masyarakat. Hal lain misalnya mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan keberadaan KPM, TPK, BKAD dll di desa yang merupakan kelembagaan masyarakat yang akan menjadi Sumberberdaya masyarakat dalam mendorong kemandirian sebagaimana visi program.

Pelembagaan sistim pembangunan Partisipatif

Keberadaan KPM, TPK dll merupakan indicator bahwa betapa program PNPM mendorong semakin meningkatnya kelembagaan masyarakat yang diharapkan dapat mendorong berjalannya system pembangunan desa secara partisipatif bukan lagi perencanaan yang berdasarkan keinginan oleh elit-elit desa.

Pengoptimalan fungsi dan peran Pemerintah Lokal

Keberhasilan program tidak terlepas dari sejauhmana peran permerintah local (kabupaten, Kecamatan, dan Desa) dalam mendukung semua tahapan kegiatan yang akan dilaksanakan diwilayah masing-masing. Kontribusi pemerintah sangat berdampak terhadap efektifitas kenirja berbagai pihak serta akan mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas dari semua kegiatan pembangunan yang dijalankan, sehingga jika ada desa atau kelurahan yang tidak membangun hubungan kerjasama yang dinamis dengan pemerintah desanya, maka sudah barang tentu progress kegiatan akan terhambat, selain itu untuk menjaga keberlanjutan dari semua kegiatan yang dilakukan baik fisik, social dan ekonomi dinamisasi antar berbagai pihak harus di pertahankan.

Peningkatan Kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana dasar

Sejak tahun 2004 sampai saat ini Program ini telah banyak menciptakan sarana dan prasarana dasar warga seperti Posyandu, Sarana air bersih, irigasi, jalan dan jembatan dll sehingga dari peningkatan kuantitas sebagaimana misi dari program tersebut dapat dilahat dengan nyata, namun yang perlu di tindak lanjuti adalah bagaimana sarana tersebut ? apakah pembangunannya berkualitas atau tidak, hal inilah yang menjadi tugas kita semua utamanya peserta sebagai tim Monitoring, tim monitoring bukan menjadi lawan TPK yang setiap saat akan mencari kesalahan dari pembangunan yang dilakukan oleh TPK, namun posisi kita adalah bagaimana mengawal segala proses agar pembangunannya dapat berjalan dengan baik sesuai dengan perencanaan yang telah dilakukan. Dan yang terakhir adalah Peningkatan kemitraan dalam pembangunan

Saat ini jam sudah menunjukkan Pukul 12 siang, sebagaimana kesepakatan bersama dengan peserta berakhir pada jam 12.00, maka pemateri kemudian menyarankan kepada peserta untuk mempelajari dengan baik materi yang telah diberikan dan jika ada hal yang masih tidak dimengerti dapat ditanyakan.
(Materi Pertama ditutup tepat pukul 12.15 siang.)

Materi Kedua
“TUPOKSI TIM-MONITORING”
Oleh
RAHMAN
Ketua UPK Kecamatan Bissappu

Perkenalan Diri Dengan Istilah Sep Ter Deksen

-          Tim Monitoring / Pemantau
Mempunyai Fungsi Antara Lain :
1.      Bekerja Keras Memberikan Sumbangsinya Dengan Cara Menyumbangkan Pemikiran
2.      Tapi Terkadang Bapak Ditunjuk Sebagai Tim Monitoringtapi Hanya Memikirkan Apa Manfaatnya
3.      Yang Terpenting Adalah Tanggung Jawab Sosial
4.      Janganlah Pernah Anda Berbuat Baik Kalau Hanya Untuk Diri Sendiri
5.      Sistem Perencanaan Seseorang Sudah Berbeda
Contoh :
1)      Biasa Dari Atas Membawa Senang Dari Bawah Ke Atas
2)      Masyarakat Dituntut sebagai penanggung Jawab Di Desanya Sebagai Tim Monitoring
3)      Pengawasan Internal ( Pengawasan Di Dalam )
4)      Sebagai Wakil Masyarakat Kita Harus Mengawasi Pekerjaan Tpk Di Lapangan
Pada Saat Kegiatan Dilaksanakan Ada Pekerja Yang Terlambat Datang, Tujuannya Pengawasan Internal Ini Bisa Terselesaikan Dengan Baik
Tugas Dan Tanggung Jawab Seorang Tim Monitoring Adalah Tidak Terlalu Sulit Karena Lokasinya Tidak Terlalu Luas Dan Kita Sudah Saling Mengenal Dan Kita Juga Menyumbangkan sumbansinya Sebagai Tanggung Jawab Sosial.
·         Memberikan Kritikan Dan Solusi
·         Sosial Kritik, Control
·         Sosial Kritik Didalamnya Setelah Tanggung Jawab Sosial Kontrolnya Mudah Dilakukan
·         Sosial Suppornya Mendukung Semua Kegiatan Yang Ada Di Desa/Kelurahan Wilayah Pnpm Mandiri Perdesaan
Tim Monitoring berperan agar Dapat Berkontribusi Kepada Desa Dan Kelurahan kontribusi bisa saja berbeda karena disadari bahwa Setiap Orang Berbeda, Kontibusinyapun yang Berbeda-beda.
Kondisi Ekonomi RTM Di Masyarakat Desa Kelurahan
-          Sebagai Lsm Pemantau Tidak Terlalu Mengambil Data Dikantor
-          Terkai Dengan Data Keputusan Yang Harus Diambil Yaitu Tampil Sama Dengan Tim Verifikasi
Pak Amir (FT kecamatan Bissappu)
Membuka Acara Kembali Atau Memulai Materinya

Kenapa Tim Monitoring Tidak Ada Honornya
Dalam pelaksanaan Program PNPM-MP memang tim monitoring tidak mendapat honorarium seperti tpk dan kpmd/k karena tim monitoring merupakan pecahan dari tim 18 yang mana dari tim tersebut dibagi menjadi 4 bagian yang mempunyai tugas dan fungsi yang berbeda-beda yang anggotanya dari tokoh masyarakat yang disepakati di rapat md ii yang dilaksanakan masing-masing desa. Adapun tim monitoring yang sering menyampaikan kepada fk bahwa demi kelancaran kegiatan dibawah tidak ada salahnya kalau tim tim monitoring juga mendapat honor walaupun itu hanya sedikit.

Dalam kegiatan pelaksanaan pembangunan yang didanai oleh PNPM-MP mempunyai tahapan mulai dari penyaluran dan sebagainya dan itu tidak serta merta dilakukan begitu saja tapi semua itu dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku, banyak orang beranggapan bahwa Dana BLM yang disalurkan melalui program pmpm itu numpang Lewat dari upk ke tpk, hal semacam ini yang perlu kita perjelaskan kepada masyarakat supaya tidak terjadi kesalapahaman antara masyarakat dan pelaku Tpk Karena Dana Ini Adalah Dana Dari APBN dan cousering dari apbd sebesar 20 %. Oleh karena  itu tim monitoring Perlu dibentuk Karena tugasnya sangat berperan penting dalam pelaksanaan kegiatan dilapangan karena langsung memantau pekerjaan yang dilaksanakan oleh masyarakat setempat yang dikoordinir oleh tpk.

Agar supaya perserta lebih tahu apa yang harus dilakukan dilapangan maka Forum Ini dilaksanakan dalam bentuk kelompok kemudian masing-masing kelompok akan memaparkan hasil diskusi kelompoknya apa-apa yang harus dilaksaanakan ketika berada dilapangan, dalam diskusi tersebut banyak hal yang dilakukan untuk menuju hasil yang kita inginkan seperti pengisian format pemantauan pelaksanaan kegiatan yang sedang berlansung.

Perlu pula kita ketahui bersama bahwa dalam program pnpm-mp dalam menetapkan sebuah keputusan itu tidak selamanya tetap, keputusa tersebut bisa saja berubah sesuai dengan kebutuhan masyarkat karena semuanya berawal dari bawah
Ada banyak Permasalahan yang terjadi dimasyarakat dalam hal pelaksanaan kegiatan, salah satu Contoh yang bisa kita ambil adalah di Bonto Salluang.  Permasalahannya yaitu Mengapa masyarakat ada yang biasa bertanya berapa campurannya, Saya selaku fk ingin memberikan penjelasan tentang masalah pekerjaan yang ada dilapangan yang selama ini terlaksana dengan baik tapi hasil dari kegiatan tersebut masih ada masyarakat yang menganggap bahwa terkesan tidak baik, bila ada masyarakat yang bertanya seperti itu maka kita harus memberikan penjelasan kepada mereka.
Permasalahan lain yang terjadi adalah banyaknyaMCK yang tidak berfungsi lagi dan tidak dipelihara, Papan informasi 80 % tidak berfungsi maka yang bersangkutan ada sanksinya.

9.      Hasil/output Pelatihan
·         Tim Monitoring memahami dan memeiliki persepsi yang sama tentang PNPM Mandiri Perdesaan.
·         Tim Monitoring mengetahui dan memahami fungsi, peran, tugas dan tanggung jawabnya.
·         Tim Monitoring mampu mendorong partisipasi masyarakat.
·         Tim Monitoring mengetahui dan memahami mekanisme pengendalian Pegawas / Pemantauan kegiatan, pelaporan dan pertanggungjawabannya.
·         Tim Monitoring mengetahui dan memahami aspek manajemen, teknis dan administrasi PNPM Mandiri Perdesaan.
·         Tim Monitoring mampu membuat rencana kerja kegiatan.
·         Tim Monitoring mampu melakukan Pengawasan proses pencairan dana.
·         Tim Monitoring mengetahui dan memahami aspek pelestarian kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan.
·         Tim Monitoring mampu Mengawasi pembukuan, pelelangan, penerimaan bahan, membayar tenaga kerja.

10.  Evaluasi akhir OC

Evaluasi ini bertujuan agar dapat memetakan sejauhmana keberhasilan yang diperoleh dari serangkaian kegiataan Pelatihan OC dan memetakan hal-hal yang masih perlu untuk ditingkatkan dan dihindari.

Kegiatan evaluasi dilakukan di depan kantor camat bissappu yang dihadiri oleh OC dan BKAD yang lebih lengkap dapat kami sebutkan sebagai berikut :

1.      Ramlan (BKAD)
2.      Mustafa Jaya (Ketua OC)
3.      Herman (OC)
4.      Nurhayati (OC)
5.      Nurlaela (OC)
6.      Rosmawati (OC)
Dan dua diantaranya tidak sempat hadir karena sedang mengikuti Kuliah Kerja nyata (KKN).

Pada kegiatan evaluasi tersebut, ada beberapa hal yang menjadi perbincangan OC dapat diuarikan sebagai berikut :

Dimulai dengan pengantar Ketua BKAD, mengatakan bahwa pertemuan semacam ini semestinya sudah sering dilakukan pada setiap akhir kegiatan dilaksanakan, namun hal ini tidak di indahkan juga sehingga di beberapa kegiatan masih terdapat hal-hal yang masih perlu untuk diperbaiki. Pertemuan semacam ini adalah baru bagi kita karena baru kali ini kita adakan hal seperti ini.

OC adalah satu tim (harapan) janganlan tanamkan prinsip bahwa kita berorientasi hasil, tidak boleh saling iri diantara OC karena segala kekurangan merupakan bagian dari pembelajaran. Kerjasama tim adalah hal yang tidak bisa terlupakan dengan kerja yang keras teman-teman (OC) sudah bekerja lebiha baik dari kegiatan sebelumnya.

Lanjut disampaikan oleh ketua BKAD bahwa pertemuan ini santai-santai saja karena tujuan dari pertemuan kita hanya ingin melakukan evaluasi hasil pelatihan kemarin.  Oleh karena itu lewat kegiatan ini teman-teman (OC) berhak menyampaikan keluh kesahnya.

Selanjutnya anggota bergantian menyampaikan pendapatnya :
a.      Nurlaelah mengatakan bahwa Alhamdulillah konsumsi sudah dapat tersedia saat di butuhkan.
b.      Nurhayati semua OC harus selalu siap-siaga didalam ruangan supaya Notulen focus pada tugasnya dan yang lainnya agar bisa melaksanakan kepentingan lain yang dibutuhkan peserta dan pemateri.
c.       Herman mengatakan bahwa saya merasa difungsikan dalam kegiatan PNPM di kecamatan.
d.      Nurhayati melanjutkan mengatakan bahwa kerjanya sebagai Notulensi tidak maksimal karena ada beban tambahan.
e.      Ramlan mengatakan bahwa OC selain sebagai pelaksana, juga dijadikan sebagai ajang kreasi, dan selalu melakukan evaluasi agar bisa melakukan perbaikan.
f.        Hal gelas, piring dan sebagainya, sehingga oc meminjam dari masyarakat. Harapannya kedepan UPK sudah menyiapkan peralatan tersebut.
g.      Pertemuan berikutnya diupayaka berpindah-pindah agar memberikan pengalaman yang bernuansa refres bagi peserta, maksudnya agar pertemuan jangan selalu kaku dan formal.
h.      Dirasakan kaku berbuat karena mengngap FK-nya keras sehingga mereka merasa takut. Dan untuk mengantisipasi hal tersebut kedepannya jika OC memiliki usulan sampaikan kepada BKAD nanti ditindaklanjuti kepada FK.
i.        Kerjasama OC masih belum maksimal, olehnya itu kedepan diharapkan semua personil rajin menghadiri pertemuan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar